Rabu, 20 Januari 2010

Mandar Berbenah dalam Bingkai Sulawesi Barat

Sebelum lepas dari Provinsi Sulawesi Selatan, wilayah Sulawesi Barat saat ini dulu lebih dikenal sebagai daerah Mandar. Sebutan itu mengacu pada mayoritas penduduknya yang berasal dari etnis Mandar.

Sejak berdiri sendiri sebagai Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) 5 Oktober 2004, daerah ini terus berbenah mengejar ketertinggalan. Maklum, dulu terpinggirkan.

Wilayah Sulbar meliputi Kabupaten Mamuju, Mamuju Utara, Majene, Polewali Mandar, dan Mamasa. Jalan penghubung antarkabupaten sudah beraspal, dengan transportasi yang mudah dari simpul utama di Makassar, Sulawesi Selatan. Dari Makassar, untuk mencapai ibu kota Sulbar, Mamuju, dibutuhkan waktu sekitar 10 jam melalui darat.

Provinsi baru ini mengandalkan sektor perkebunan kakao, kelapa sawit, dan perikanan tangkap. Kelompok sektor pertanian itu menyumbang sekitar 55 persen (2005) dari total Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB).

Perkebunan kakao dan kelapa sawit menjadi sektor yang diunggulkan. Lahan kakao yang sudah diusahakan mencapai 99.000 hektar (ha) dengan produksi 76.000 ton. Kelapa sawit baru 10.000 ha, tetapi lahan yang tersedia 45.000 ha. Perkebunan kelapa sawit terbesar ada di Mamuju.

Sektor perikanan tangkap juga menjadi andalan dengan turunannya industri pengolahan ikan. Sektor ini banyak ditekuni karena terbatasnya lahan pertanian. "Di sini lebih banyak pegunungan batu yang setengah mati mengolahnya. Pertanian tidak mungkin berkembang," ujar Kaharuddin (28), warga Dusun Balemban, Pambusuang, Polewali Mandar.

Di kampung-kampung nelayan itu berkembang juga industri rumah tangga seperti tenun sutra dan pengasapan ikan. Industri rumah tangga itu belum berkembang karena dukungan modal, peralatan, dan pemasaran masih lemah.

Di sektor pariwisata, Sulbar baru dikenal dengan Sandeq Race. Lomba balapan perahu sandeq itu menjadi gelaran akbar yang menyedot wisatawan lokal, tetapi belum mampu menarik wisatawan asing.

Pembangunan sektor pariwisata menjadi perhatian Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, dengan mengalokasikan dana sekitar Rp 300 juta untuk sandeq race yang dikaitkan dengan promosi beberapa lokasi wisata lain, yaitu Pulau Karampuan, Kuburan Tua Laksa Laga, Masjid Nurut Taubah Lapeo di Polewali Mandar, dan Pantai Bahari Lombang-Lombang Mamuju. Sulbar memang belum mencapai perkembangan yang memuaskan. Mamuju belum bisa menjadi bandar besar untuk mengimbangi Makassar.

Padahal, Kerajaan Mandar pernah berjaya di abad ke-16, dengan membentuk federasi tujuh kerajaan di muara sungai (pitu ba'bana binanga). Federasi itu kemudian bergabung dengan tujuh kerajaan di hulu sungai (pitu ulunna salu).

Maka, Mandar yang pernah tergabung dalam federasi pitu ba'bana binanga dan pitu ulunna salu harus dimaknai kembali untuk membangun Sulbar. Di era otonomi daerah, kebijakan di tingkat kabupaten harus sinkron dengan provinsi untuk mempercepat pembangunan.

Semangat itulah yang harus memotivasi masyarakat Mandar dalam mewujudkan kesejahteraan dalam bingkai Sulbar. (ang)


Sumber :
http://202.146.5.33/kompas-cetak/0709/07/daerah/3798853.htm
7 September 2007

1 komentar:

  1. KISAH NYATA..............
    Ass.Saya ir Sutrisno.Dari Kota Jaya Pura Ingin Berbagi Cerita
    dulunya saya pengusaha sukses harta banyak dan kedudukan tinggi tapi semenjak
    saya ditipu oleh teman hampir semua aset saya habis,
    saya sempat putus asa hampir bunuh diri,tapi saya buka
    internet dan menemukan nomor Ki Kanjeng saya beranikan diri untuk menghubungi beliau,saya di kasih solusi,
    awalnya saya ragu dan tidak percaya,tapi saya coba ikut ritual dari Ki Kanjeng alhamdulillah sekarang saya dapat modal dan mulai merintis kembali usaha saya,
    sekarang saya bisa bayar hutang2 saya di bank Mandiri dan BNI,terimah kasih Ki,mau seperti saya silahkan hub Ki
    Kanjeng di nmr 085320279333 Kiyai Kanjeng,ini nyata demi Allah kalau saya tidak bohong,indahnya berbagi,assalamu alaikum.

    KEMARIN SAYA TEMUKAN TULISAN DIBAWAH INI SYA COBA HUBUNGI TERNYATA BETUL,
    BELIAU SUDAH MEMBUKTIKAN KESAYA !!!

    ((((((((((((DANA GHAIB)))))))))))))))))

    Pesugihan Instant 10 MILYAR
    Mulai bulan ini (juli 2015) Kami dari padepokan mengadakan program pesugihan Instant tanpa tumbal, serta tanpa resiko. Program ini kami khususkan bagi para pasien yang membutuhan modal usaha yang cukup besar, Hutang yang menumpuk (diatas 1 Milyar), Adapun ketentuan mengikuti program ini adalah sebagai berikut :

    Mempunyai Hutang diatas 1 Milyar
    Ingin membuka usaha dengan Modal diatas 1 Milyar
    dll

    Syarat :

    Usia Minimal 21 Tahun
    Berani Ritual (apabila tidak berani, maka bisa diwakilkan kami dan tim)
    Belum pernah melakukan perjanjian pesugihan ditempat lain
    Suci lahir dan batin (wanita tidak boleh mengikuti program ini pada saat datang bulan)
    Harus memiliki Kamar Kosong di rumah anda

    Proses :

    Proses ritual selama 2 hari 2 malam di dalam gua
    Harus siap mental lahir dan batin
    Sanggup Puasa 2 hari 2 malam ( ngebleng)
    Pada malam hari tidak boleh tidur

    Biaya ritual Sebesar 10 Juta dengan rincian sebagai berikut :

    Pengganti tumbal Kambing kendit : 5jt
    Ayam cemani : 2jt
    Minyak Songolangit : 2jt
    bunga, candu, kemenyan, nasi tumpeng, kain kafan dll Sebesar : 1jt

    Prosedur Daftar Ritual ini :

    Kirim Foto anda
    Kirim Data sesuai KTP

    Format : Nama, Alamat, Umur, Nama ibu Kandung, Weton (Hari Lahir), PESUGIHAN 10 MILYAR

    Kirim ke nomor ini : 085320279333
    SMS Anda akan Kami balas secepatnya

    Maaf Program ini TERBATAS .

    BalasHapus